Minggu, 14 Agustus 2011
Stay Remember
Pada akhirnya akan dilupakan.
Kata kata manis yang pernah kita rangkai bersama,
Not not irama “It Might Be You” yang kita naik dan turuni bergantian
Pada akhirnya akan terlupakan.
Kejam bukan, jarum waktu itu, Sayang?
Yang membekas hanyalah potret masa lalu kita:
Kamu, dengan rambut hitam menjurai sebahu,
pipi menggelembung mirip semangka,
dengan gigi gigis karena doyan mengunyah Cadburry,
dan aku yang terus mencintaimu semenjak hari itu.
Aku trenyuh, Sayang ….
Kala mengenangmu bertahan mengulum Lollipop
mencoba melawan logika gigi yang raib ditelan usia
lalu diam diam, aku ganti Lollipop itu dengan permen asam
dan engkau langsung menggebukiku dengan guling,
mencubiti sampai aku terguling guling
lalu tertawa - terbatuk batuk - tertawa lagi
melihat betapa konyolnya diri kita dan dunia...
Sampai saat akhirnya kita mulai lelah menulis,
oktaf kita menyerah patah di tanjakan,
dan cita cita luhur kita hanyalah memotret kenangan
untuk anak dan cucu cucu kita,
untuk sahabat dan siapa saja yang pernah kita jahili,
untuk tempias hujan di atap rumah kita,
untuk matahari dan bulan (teman setia kita),
dan ........ untuk masing masing dari kita.
Aku trenyuh,....
Bukan karena mata senjaku redup mengamati potretmu
hanya saja, kutakut melupakan semuanya, Sayang ....
sementara tak mungkin kumainkan “It Might Be You”
kalau kau tak lebih dulu menepuk bahuku
sambil berbisik mengingatkan: “Lagu itu diawali dari kunci G”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar