Kamis, 28 Juli 2011

Tentang : Masyarakat Terselubung


Dulu, seingatku 5 – 6 tahun lalu, literer mengenai gerakan secret society boleh dibilang masih sedikit. Aku pribadi, baru benar benar tahu literer itu 4 tahun lalu, dari sebuh buku yang terselip di rak perpustakaan kota. Kalau perbandingannya adalah tahun ini, karya– baik buku maupun film - sudah semakin deras mengobral masalah secret society ini.

Apa itu secret society ?

Media menggambarkan mereka sebagai kaum Illuminaty, Freemason, Orde of Templar, Bohemian Grove, dan entah apa lagi macamnya. Titik pangkalnya adalah secret society merupakan intelektualis - okultis Yahudi yang berencana membentuk tatanan dunia baru (dalam bahasa lain sering disebut Novus Ordo Sclorum).

Ah sudahlah, aku tak akan membahas rinci satu per satu secret society itu. Sudah terlalu banyak yang gamblang mengupas dan – seolah – malah menghilangkan kesan secret-nya.

Bagaimana dengan Indonesia ?

Ada hal menarik di sini. Terlepas dari para anggota secret society yang merupakan kaum pagan (penyembah berhala) dan kebijaksanaan religinya yang tidak mengakui adanya Tuhan agama yang haq (hanya mengakui adanya The Great Architect sebagai Yang Menciptakan), Freemasonry - salah satu secret society - adalah organisasi yang turut memberi andil membawa Indonesia menuju kemerdekaan.

Dr. T.H. Stevens menulis, ada pihak Belanda yang merasa harus mulai peduli sebagai wujud peri kemanusiaannya untuk balas budi kepada pribumi Indonesia. Caranya? Salah seorang pejabat Belanda, Van Deventer (seorang Freemason) kemudian merumuskannya dalam Politik Etis, atau yang kemudian dikenal sebagai Trilogi Van Deventer: Migrasi, Edukasi, dan Irigasi. Dari situ, lalu muncul organisasi yang dalam sejarah nasional kita disebut sebut menjadi perintis Gerakan Kebangkitan Nasional.

Freemasonry sendiri bersama dengan AMORC (Ancient, Mystical, Organization of Rosy Crusian), di kemudian hari dibubarkan oleh Presiden Soekarno melalui Keppres nomor 264 tahun 1962 yang oleh Presiden terpilih, Keppres tersebut dicabut dengan terbitnya Keppres nomor 69 tahun 2000.

**

Dalam khasanah seni, politik, dan keilmuan, secret society telah banyak melahirkan tokohnya. Sebutlah Issac Newton, Thomas Stanford Raffles, Paul McCartney, Leonardo da Vinci, Ludwig Beethoven, Wolfgang Mozart, Goethe, Dr. Radjiman Widyodiningrat, Hamengku Buwono VIII, dll.

Kaum secret society dalam menyampaikan agenda terselubungnya seperti kebencian terhadap doktrin agama, free life, maupun masa akan datangnya Sang Pendusta Besar, secara cerdik menggunakan media yang justru sangat transparan. Musik, misalnya. Ah, coba Kamu tengok lirik di bawah ini:
  
This is the sweetest place. Baring my feeling
I'm welcoming an eye into the darkest one

It tells me not to worry for the time is yet to come
For someone to arrive and heal the troubled one

Suddenly the rainfalls. Showering a desert stone
Wash away these tears of yesterday

I hear the sound of a raising chorus
Sung by the angels and the broken heroes

I wont go back now I feel so right
I've found a place where dreams and life become one

And finally I don’t have to run
I've found a place where dreams and life become one. Become one

Lirik ini ada yang menyebutnya sebagai penceritaan kedatangan Sang Pendusta Besar. Dijelaskan di sana bahwa tokoh “Aku” tengah menyambut datangnya All Seeing Eyes -  yang diidentikkan dengan Dajjal al Masih (I'm welcoming an eye into the darkest one).

“An Eye” ini berkata kepada tokoh “Aku” untuk tak perlu mengkhawatirkan waktu yang belum datang (It tells me not to worry for the time is yet to come) dan pada seseorang yang akan menuntaskan semua permasalahan yang ada (For someone to arrive and heal the troubled one).

Waktu yang belum datang itu apa? Mungkin hari kiamat atau mungkin hari hari panjang pertempuran Yahudi dengan musuh musuhnya. “Someone” yang akan menuntaskan masalah itu bisa jadi adalah nubuat turunnya Nabi Isa as. di akhir zaman.

Lirik terus mengalir dengan // I hear the sound of a raising chorus // Sung by the angels and the broken heroes. “Sound of a rising chorus” apakah yang dimaksud adalah tiupan sangkakala dari para malaikat (sung by the angels)? Humm.. semua orang memiliki interpretasi berbeda beda tentunya.

Sebuah hadist mengenai Yaumul Akhir yang diriwayatkan oleh  Muslim mengatakan bahwa: 

Dajjal datang kepada umatku dan hidup selama 40 tahun, lalu Allah mengutus Isa bin Maryam, kemudian ia mencari Dajjal dan membinasakannya. Kemudian selama 70 tahun manusia hidup aman dan damai, tak ada permusuhan antara siapapun. Sesudah itu Allah meniupkan angin yang dingin dari arah negeri Syam (kini Suriah, pen). Maka setiap orang yang dalam hatinya masih ada kebajikan meskipun sebesar atom, pasti menemui ajalnya. 

Bahkan jika seandainya seseorang dari kamu masuk ke dalam gunung, pasti angin itu mengejarnya dan mematikannya. Maka sisanya tinggal orang-orang jahat seperti binatang buas (fii khiffatit thoiri wa ahlaamis sibaa’), mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.

Dan syetan menjelma pada mereka (manusia) lalu berkata: Maukah kamu mengabulkan? Manusia berkata: Apa yang akan kamu perintahkan kepada kami? Syetan lalu memerintahkan kepada mereka agar menyembah berhala, sedang mereka hidup dalam kesenangan. Kemudian ditiuplah sangkakala. Tapi seorangpun tak akan mendengarnya kecuali orang yang tajam pendengarannya.

Dan orang yang pertama kali mendengarnya yaitu seorang laki-laki yang mengurusi untanya. Nabi bersabda: Maka matilah semua manusia. Kemudian turunlah hujan seperti hujan gerimis. Maka keluarlah dari situ jasad manusia (dari kubur-kuburnya). Kemudian ditiup lagi sangkakala, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu.

Lalu dikatakan kepada mereka: Wahai manusia, marilah menghadap kepada Tuhanmu dan merekapun berada di Mahsyar karena mereka akan diminta tanggung jawabnya. Kemudian dikatakan kepada mereka, pergilah kamu karena neraka telah dinyalakan, lalu dikatakan lagi: Dari berapakah? Lalu dikatakan lagi: Dari setiap seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang.

Begitulah keadaannya pada hari anak dijadikan beruban dan pada hari betis disingkap (hari Qiyamat yang menggambarkan orang sangat ketakutan yang hendak lari karena huru-hara Qiyamat).”

**

Sebagai penutupnya, Aku cuma bisa mengatakan kebenaran hanyalah milik Allah. Agama diciptakan tidak untuk membuat umatnya menjadi rusak. Seperti kata guruku dulu: "A" itu artinya "Tidak"; "Gama" itu artinya "Kacau". Jadi "Agama" berarti "Tidak Kacau". Bukankah dalam Islam sendiri sudah dijelaskan melalui Surah 112 bahwa:

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." 

Allahumma inni a'udzubika min adzabi jahannam, wa min 'adzabil qobri, wamin fitnatil mahyaa wal mamat, wawin fitnatil masiddajjal.

Semoga Allah selalu menjaga dan melindungimu. : )

Rabu, 27 Juli 2011

These are the Days of Our Lives

Those were the days of our lives
The bad things in life were so few
Those days are all gone now but one thing's still true
When I look and I find
I still love you

I still love you

*
Hehehe ... kalau nanti - di antara kita - 
sudah termakan usia,
mulai buram dengan benar atau salah;
menekuri beruntung atau tidak beruntung;
ingat ingat ya ... bahwa kita pernah punya satu hari 
ketika kita bukan apa apa .... dan cuma mengenal cinta ..




Sabtu, 23 Juli 2011

Freddie Mercury, a Kind of Magic ...


Kesempatan kali ini, Aku ingin menyadur (dari berbagai sumber) secuil kisah hidup musisi superstar Freddie Mercury. Salah seorang musisi hebat yang pernah ada .... 

*
 
Freddie Mercury yang lahir di Stone Town, Zanzibar - sekarang termasuk wilayah Tanzania, Afrika Timur, pada 5 September 1946 dan meninggal 24 November 1991 - adalah vokalis grup musik Queen asal Britania Raya yang bernama asli Farrokh Bulsara. Semasa duduk di bangku sekolah kawan-kawannya menjulukinya "Freddie" sehingga akhirnya keluarganya memanggilnya Freddie juga.


Freddie menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di India dan mulai mengambil pelajaran piano pada usia tujuh tahun. Pada tahun 1954, pada usia delapan, Freddie dikirim untuk belajar di Sekolah St Peter, sebuah gaya Inggris asrama sekolah untuk anak laki-laki di Panchgani dekat Bombay, India. Usia 12, ia membentuk sebuah band sekolah, The Hectics. Seorang teman dari waktu ingat bahwa ia memiliki kemampuan luar biasa untuk mendengarkan radio dan memutar ulang apa yang ia dengar pada piano.

Pada usia 17, Freddie dan keluarganya melarikan diri dari Zanzibar untuk alasan keamanan karena 1964 Revolusi Zanzibar. Keluarganya pindah ke sebuah rumah kecil di Feltham, Middlesex, Inggris. Freddie terdaftar di PoliteknikIsleworth  (sekarang Barat Thames College) di London Barat di mana ia belajar seni. Dia akhirnya memperoleh Diploma Seni dan Desain Grafis Ealing Sekolah Seni.

Pada bulan April 1970, Freddie bergabung gitaris Brian May dan drummer Roger Taylor yang sebelumnya berada di sebuah band bernama Smile. Freddie memilih nama Queen untuk band barunya. Pada waktu yang sama, dia mengubah nama keluarganya, Bulsara.

Dalam show-nya, Freddie sering menunjukkan sebuah gaya yang sangat teatrikal yang sering menimbulkan banyak partisipasi. Salah satu pertunjukan Freddie paling menonjol dengan Queen berlangsung di Live Aid pada tahun 1985, di mana penonton stadion seluruh 72.000 orang bertepuk tangan, bernyanyi dan bergoyang serempak. Kinerja Queen di acara tersebut sejak itu telah dipilih oleh sekelompok eksekutif musik sebagai live performance terbesar dalam sejarah musik rock.


Selama karirnya, Freddie melakukan konser diperkirakan sampai 700 konser di negara-negara di seluruh dunia dengan Queen. Queen adalah band pertama yang bermain di stadion Amerika Selatan dan memecahkan rekor dunia untuk kehadiran konser di Stadion Morumbi di Sao Paulo pada tahun 1981.

Meskipun dibudidayakan kepribadian tahap flamboyan, Freddie adalah orang yang sangat pemalu, khususnya di sekitar orang-orang yang tidak kenal dengan baik. Ia juga memberikan wawancara sangat sedikit. Freddie pernah berkata tentang dirinya sendiri: "Ketika saya melakukannya, Aku seorang ekstrovert, namun di dalam aku seorang pria yang sama sekali berbeda."

Menurut rekannya Jim Hutton, Freddie didiagnosis AIDS tak lama setelah Paskah tahun 1987. Sekitar waktu itu, Freddie menyatakan dalam wawancara telah diuji negatif untuk HIV. Meskipun penolakan, pers Inggris mengejar merajalela rumor selama beberapa tahun ke depan, didorong oleh penampilan Freddie semakin kurus, tidak adanya tur Queen, dan laporan dari mantan kekasih untuk jurnal tabloid pada tahun 1990 membuat rumor tentang kesehatan Freddie tersebar luas.

Pada tanggal 22 November 1991, Freddie memanggil manajer Queen, Jim Beach, ke Kensington, untuk membahas pernyataan publik. Keesokan harinya, 23 November, pengumuman berikut ini dibuat untuk pers atas nama Freddie:

“Menyusul dugaan besar di media selama dua minggu terakhir, saya ingin mengkonfirmasi bahwa saya telah diuji HIV positif dan AIDS. Saya merasa benar untuk menjaga informasi khusus untuk tanggal untuk melindungi privasi orang di sekitar saya. Namun, sudah saatnya sekarang untuk teman-teman dan penggemar di seluruh dunia untuk mengetahui kebenaran dan saya berharap bahwa setiap orang akan bergabung dengan saya, dokter saya, dan semua orang di seluruh dunia dalam memerangi penyakit ini mengerikan. Privasi saya selalu sangat istimewa bagi saya dan saya terkenal karena kurangnya saya wawancara. Harap mengerti kebijakan ini akan terus berlanjut.”

Sedikit lebih dari 24 jam setelah mengeluarkan pernyataan bahwa, Freddie meninggal pada malam tanggal 24 November 1991, di Kensington. Penyebab resmi kematian adalah pneumoniabronkus akibat AIDS. Berita kematiannya telah mencapai kru koran dan televisi oleh dini hari 25 November.


Dalam dunia musik internasional menyebut Freddie adalah salah satu legenda musik. Karya-karyanya termasuk musik abadi yang dapat didengar segala usia.

Menurut rekannya Brian May, Freddie adalah musisi yang berbakat sekaligus eksentrik. Freddie menulis lagu dengan kunci-kunci yang aneh. Kebanyakan band rock memainkan kunci A atau E, dan bisa D atau G, lain dengan musik Freddie yang mempunyai struktur chord yang aneh dan susah dimainkan dengan gitar. Dia dilahirkan dengan bakat dalam bidang seni yang luar biasa, sehingga tak ada satupun grup musik yang bisa menyaingi lagu-lagu yang digubahnya.



* so long, Freddie Mercury, only the good die young ... : )

Jumat, 22 Juli 2011

Become Easier

Lautan luas itu, Sayangku
akan lebih mudah diseberangi kalau
Aku punya hatimu sebagai lentera mercusuarku.

Gunung terjal itu, Sayangku
akan lebih mudah ditanjaki kalau
Aku genggam asamu sebagai tumpuan pijakanku.

Namun denting menit ini, Sayangku
takkan semudah itu terlampaui kalau
Aku dekap keberadaanmu di setiap sela detikku.


Kamis, 14 Juli 2011

Anak Anak Matahari ...



Kalau Kamu adalah seseorang suka membaca karya literer fiksi atau sering mengunjungi ruang pemutar seluloid, tentu Kamu familier dengan karya semacam Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Denias – Senandung di Atas Awan, atau mungkin Amigos (yang sempat ngepop semasa jaman SMP dulu hehehe).

Benang merah dari beberapa literer tadi apa sih? Coba tebak hayooo …. :D Yup, kalau Kamu menebak bahwa masing masing karya para maestro tadi itu mengandung cerita mengenai pendidikan atau perjuangan manusia manusia hebat menggapai ilmu, maka 100 jempol buat Kamu :D

Anyway .. ternyata hingga kini, concern mengenai pendidikan masih menjadi perhatian serius. Walaupun, presiden dan para menterinya sudah digonta ganti, toh sampai saat ini kebutuhan yang satu itu masih saja mengulik rasa penasaran untuk menanggulanginya.

Para seniman dalam kapasitasnya mencoba menggali (kembali) fenomena ini: Tokoh tokoh luar biasa yang kita kenal sebagai Lintang, Ikal, ataupun Aray dalam tetralogi Laskar Pelangi adalah cerminan anak bangsa yang menjunjung tinggi mimpi bernama pendidikan. Cita cita sederhana namun tak sesederhana itu dalam melahirkannya.  Cita cita untuk berseragam Sekolah Dasar hingga mengenyam jenjang Universitas dari mereka yang hidup di pulau terpencil jauh dari gemerlap megapolitan.

Ada banyak Ikal atau Aray di kanan kiri kita. Bukan di Belitung sana, tapi ada di sekitar Aku dan Kamu.

Dan salah satu dari kenikmatan adalah apabila ada yang tidak harus terlahir sebagai Ikal atau Aray terlebih dahulu untuk mencapai Sorbonne.

Di sini, tak akan dibahas kok masalah beruntung dan kurang beruntung. Lebih baik yang dijadikan subjek adalah: seberapa niat dan tangguh dirimu. Bukankah itu juga yang sepertinya menjadi inti dalam Laskar Pelangi atau mungkin Negeri Lima Menara ?

Dalam Laskar Pelangi, Andrea maupun Riri Riza menjadikan ketidakberuntungan itu sebagai milestone saja, selebihnya mereka berbicara mengenai semangat dan impian. Pun, dalam Negeri Lima Menara dan dwiloginya Ranah Tiga Warna, A. Fuadi melalui tokoh Alif menjadikan keterbatasan itu sebagai musuh yang harus dilumat dengan dua azimat sakti Man jada wa jadda dan Man shabara zhafira.

Iya, tangguh dan niatan itulah yang bisa menjadi martil penghancur tembok keterbatasan.

Ada yang punya niat, tapi ia tak tangguh hanya akan menjadi angan;
Sebaliknya ada yang tangguh, tapi tak berniat bertindak hanya akan menjadi bualan;
Sinergikan keduanya lalu jalankan dengan sabar dan tulus ikhlas. 

Karena bagaimanapun, mereka yang jihad menuntut ilmu itu adalah anak anak matahari. Kamu tahu kan matahari? Ia terang karena ialah nur ilmu yang memberangus kebodohan. Hangat karena ialah pelita yang hadir di setiap pagi dan bergerak untuk mencairkan kebekuan. Dan sebagaimana matahari, maka ialah yang akan memantulkan cahaya makrifat ilmunya itu kepada rembulan - kepada orang lain yang belum pandai semacam Aku ini agar turut bisa memberikan arti bagi alam yang lain.

Ia adalah cahaya agung yang sabar menerangi semesta.  

Coba, bayangkan kalau begini: Matahari tiba tiba tak sabar lagi memancarkan sinarnya, ia malas, enggan, dan masa bodoh dengan alam lainnya. Tumbuhan tak bisa fotosintesis. Hawa beku menguap dimana mana. Alam manusia kehilangan arah. Mengerikan juga, kan? Humm…mati lampu lebih dari 3 jam saja sudah dilanda gundah gulana, apalagi kalau redup selama lamanya?

Janganlah pernah lelah meniru matahari, karena matahari itu tak pernah lelah menebarkan barang setitik cahayanya meski hari telah gelap.

: )

Rabu, 13 Juli 2011

Kalau Sampai Batas


Kalau kita sampai batas,
kalau tubuh semakin rapuh atau akal sehat
malas mengeja barang sekedar algoritma sederhana
aku masih memandangmu seperti dahulu:

Tentang senyummu ketika pertama bertemu;
atau derai rambut keningmu yang menyala kekuningan
di bias lentera senja.

Bukan lagi batas waktu.
Bukan lagi fana atau kekal.

Kalau kita sampai batas,
dan di depan tiada lagi persimpangan
atau kuldesak memaksa berhenti berjalan
aku masih memandangmu seperti dahulu:

Tentang matahari yang kau tautkan pada asamu
dan bersama memberangus gelap di jeda malam.



Senin, 11 Juli 2011

Matahari - Badai Pasti Berlalu


musim berlalu resah menanti
matahari pagi, bersinar gelisah
kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti

dimana kau timbun daun yang layu
makin gelisah aku menanti
matahari dalam rimba kabut pagi
sampai kapankah aku harus menanti

awan yang hitam tenggelam dalam dekapan
daun yang layu berguguran dipangkuan

kapan badai pasti berlalu
resah aku menunggu
kapan badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
dimana kau timbun daun yang layu makin gelisah aku menanti
matahari dalam rimba kabut pagi
sampai kapankah aku harus menanti
musim berlalu resah menanti
matahari pagi, bersinar gelisah
kini…

*

Matahari itu harapan:
karena itu Clark Kent bisa bertahan walau disinari Crypton;
karena itu Adipati Karna bisa terlahir dan menuntut pengakuan;
dan karena itu Rembulan mendapat pasangan sejati walau berbatas jarak.

Selasa, 05 Juli 2011

Sabtu, 02 Juli 2011

Romance Pregnancy


Matahari sudah condong hampir ke atas kepala
ketika ia mendapati lelakinya masih dalam piyama tidur
dengan rambut berantakan, noda kopi di bibir atas, dan
sebatang cigarette yang masih tinggal separuh.

Pelan pelan ia berjalan mendekati lelakinya

sambil mengelus separuh nyawa yang tertidur
nyaman dalam kandungan ketujuh bulannya.

"Kok belum ngapain ngapain, Sayang?"

Diliriknya kunci sedan, masih tergeletak di samping tv;
kemeja yang semalam disetrika, terlipat rapi di peraduan;
sepasang pantofel hitam yang tak beranjak seinci dari rak;
dan lelakinya yang tersenyum tak bergeming dari tempatnya.

Hangat dan lembut ia rasakan jemari lelakinya menyambut,
menelusur dataran kening kemudian gundukan pipinya
sambil membisikkan kalimat Ilahi untuk ia dan bayinya.

"Coba aku mau dengar dulu...., aku mau dengar dulu."

Didudukkannya istrinya. Didekatkannya telinga
ke bumi subur yang merumahi ruh murni itu
ada degup degup samar serta renda renda angan
akan Adam atau Hawa kecil yang nanti di pangkuannya.

"Bukannya, ada meeting menunggu?"

Lelaki itu tersenyum mendongak
lalu kembali terbuai dengan kandungan
mengecupnya dan mendoakannya bergantian
sementara, matahari sudah memanjat semakin tinggi.


Jumat, 01 Juli 2011

Corpo Profumato

Tidak berwujud, tapi nyata adanya
Tidak berkata, tapi dia mengungkapkan
Tidak disentuh, tapi ia menelusup ke dalam
Tidak dicerna, tapi ia menceritakan kepribadian

Dia bisa saja ada entah di Gurun sebelah mana
Atau di puncak Gunung yang tidak terjamah
Mungkin pula di jendela menara Mercusuar

Dia ada, bersama Angin dia bernyawa

Dia bernyawa karena dipeluk oleh sukma
Dia dipeluk sukma karena sukma adalah rumah
singgah bagi kenang kenangan atau kerinduan

Dia bukan apa atau siapa

Dia hanya ada, itu saja.