Dulu, seingatku 5 – 6 tahun lalu, literer mengenai gerakan secret society boleh dibilang masih sedikit. Aku pribadi, baru benar benar tahu literer itu 4 tahun lalu, dari sebuh buku yang terselip di rak perpustakaan kota. Kalau perbandingannya adalah tahun ini, karya– baik buku maupun film - sudah semakin deras mengobral masalah secret society ini.
Apa itu secret society ?
Media menggambarkan mereka sebagai kaum Illuminaty, Freemason, Orde of Templar, Bohemian Grove, dan entah apa lagi macamnya. Titik pangkalnya adalah secret society merupakan intelektualis - okultis Yahudi yang berencana membentuk tatanan dunia baru (dalam bahasa lain sering disebut Novus Ordo Sclorum).
Ah sudahlah, aku tak akan membahas rinci satu per satu secret society itu. Sudah terlalu banyak yang gamblang mengupas dan – seolah – malah menghilangkan kesan secret-nya.
Bagaimana dengan Indonesia ?
Ada hal menarik di sini. Terlepas dari para anggota secret society yang merupakan kaum pagan (penyembah berhala) dan kebijaksanaan religinya yang tidak mengakui adanya Tuhan agama yang haq (hanya mengakui adanya The Great Architect sebagai Yang Menciptakan), Freemasonry - salah satu secret society - adalah organisasi yang turut memberi andil membawa Indonesia menuju kemerdekaan.
Dr. T.H. Stevens menulis, ada pihak Belanda yang merasa harus mulai peduli sebagai wujud peri kemanusiaannya untuk balas budi kepada pribumi Indonesia. Caranya? Salah seorang pejabat Belanda, Van Deventer (seorang Freemason) kemudian merumuskannya dalam Politik Etis, atau yang kemudian dikenal sebagai Trilogi Van Deventer: Migrasi, Edukasi, dan Irigasi. Dari situ, lalu muncul organisasi yang dalam sejarah nasional kita disebut sebut menjadi perintis Gerakan Kebangkitan Nasional.
Freemasonry sendiri bersama dengan AMORC (Ancient, Mystical, Organization of Rosy Crusian), di kemudian hari dibubarkan oleh Presiden Soekarno melalui Keppres nomor 264 tahun 1962 yang oleh Presiden terpilih, Keppres tersebut dicabut dengan terbitnya Keppres nomor 69 tahun 2000.
**
Dalam khasanah seni, politik, dan keilmuan, secret society telah banyak melahirkan tokohnya. Sebutlah Issac Newton, Thomas Stanford Raffles, Paul McCartney, Leonardo da Vinci, Ludwig Beethoven, Wolfgang Mozart, Goethe, Dr. Radjiman Widyodiningrat, Hamengku Buwono VIII, dll.
Kaum secret society dalam menyampaikan agenda terselubungnya seperti kebencian terhadap doktrin agama, free life, maupun masa akan datangnya Sang Pendusta Besar, secara cerdik menggunakan media yang justru sangat transparan. Musik, misalnya. Ah, coba Kamu tengok lirik di bawah ini:
This is the sweetest place. Baring my feeling
I'm welcoming an eye into the darkest one
It tells me not to worry for the time is yet to come
For someone to arrive and heal the troubled one
For someone to arrive and heal the troubled one
Suddenly the rainfalls. Showering a desert stone
Wash away these tears of yesterday
Wash away these tears of yesterday
I hear the sound of a raising chorus
Sung by the angels and the broken heroes
Sung by the angels and the broken heroes
I wont go back now I feel so right
I've found a place where dreams and life become one
And finally I don’t have to run
I've found a place where dreams and life become one. Become one
I've found a place where dreams and life become one. Become one
Lirik ini ada yang menyebutnya sebagai penceritaan kedatangan Sang Pendusta Besar. Dijelaskan di sana bahwa tokoh “Aku” tengah menyambut datangnya All Seeing Eyes - yang diidentikkan dengan Dajjal al Masih (I'm welcoming an eye into the darkest one).
“An Eye” ini berkata kepada tokoh “Aku” untuk tak perlu mengkhawatirkan waktu yang belum datang (It tells me not to worry for the time is yet to come) dan pada seseorang yang akan menuntaskan semua permasalahan yang ada (For someone to arrive and heal the troubled one).
Waktu yang belum datang itu apa? Mungkin hari kiamat atau mungkin hari hari panjang pertempuran Yahudi dengan musuh musuhnya. “Someone” yang akan menuntaskan masalah itu bisa jadi adalah nubuat turunnya Nabi Isa as. di akhir zaman.
Lirik terus mengalir dengan // I hear the sound of a raising chorus // Sung by the angels and the broken heroes. “Sound of a rising chorus” apakah yang dimaksud adalah tiupan sangkakala dari para malaikat (sung by the angels)? Humm.. semua orang memiliki interpretasi berbeda beda tentunya.
Sebuah hadist mengenai Yaumul Akhir yang diriwayatkan oleh Muslim mengatakan bahwa:
“Dajjal datang kepada umatku dan hidup selama 40 tahun, lalu Allah mengutus Isa bin Maryam, kemudian ia mencari Dajjal dan membinasakannya. Kemudian selama 70 tahun manusia hidup aman dan damai, tak ada permusuhan antara siapapun. Sesudah itu Allah meniupkan angin yang dingin dari arah negeri Syam (kini Suriah, pen). Maka setiap orang yang dalam hatinya masih ada kebajikan meskipun sebesar atom, pasti menemui ajalnya.
Bahkan jika seandainya seseorang dari kamu masuk ke dalam gunung, pasti angin itu mengejarnya dan mematikannya. Maka sisanya tinggal orang-orang jahat seperti binatang buas (fii khiffatit thoiri wa ahlaamis sibaa’), mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.
Dan syetan menjelma pada mereka (manusia) lalu berkata: Maukah kamu mengabulkan? Manusia berkata: Apa yang akan kamu perintahkan kepada kami? Syetan lalu memerintahkan kepada mereka agar menyembah berhala, sedang mereka hidup dalam kesenangan. Kemudian ditiuplah sangkakala. Tapi seorangpun tak akan mendengarnya kecuali orang yang tajam pendengarannya.
Dan orang yang pertama kali mendengarnya yaitu seorang laki-laki yang mengurusi untanya. Nabi bersabda: Maka matilah semua manusia. Kemudian turunlah hujan seperti hujan gerimis. Maka keluarlah dari situ jasad manusia (dari kubur-kuburnya). Kemudian ditiup lagi sangkakala, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu.
Lalu dikatakan kepada mereka: Wahai manusia, marilah menghadap kepada Tuhanmu dan merekapun berada di Mahsyar karena mereka akan diminta tanggung jawabnya. Kemudian dikatakan kepada mereka, pergilah kamu karena neraka telah dinyalakan, lalu dikatakan lagi: Dari berapakah? Lalu dikatakan lagi: Dari setiap seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang.
Begitulah keadaannya pada hari anak dijadikan beruban dan pada hari betis disingkap (hari Qiyamat yang menggambarkan orang sangat ketakutan yang hendak lari karena huru-hara Qiyamat).”
**
Sebagai penutupnya, Aku cuma bisa mengatakan kebenaran hanyalah milik Allah. Agama diciptakan tidak untuk membuat umatnya menjadi rusak. Seperti kata guruku dulu: "A" itu artinya "Tidak"; "Gama" itu artinya "Kacau". Jadi "Agama" berarti "Tidak Kacau". Bukankah dalam Islam sendiri sudah dijelaskan melalui Surah 112 bahwa:
1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
Allahumma inni a'udzubika min adzabi jahannam, wa min 'adzabil qobri, wamin fitnatil mahyaa wal mamat, wawin fitnatil masiddajjal.
Semoga Allah selalu menjaga dan melindungimu. : )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar