"Kak, iman itu apa?"
"Iman itu telanjang, Dek."
"Lho, kok telanjang? Kalau masih telanjang kan ga boleh keluar rumah, Kak?"
"Nah, makanya itu. Iman saja ndak cukup, Dek."
*
Iman
itu telanjang. Tidak berbusana dan tanpa tedeng aling-aling. Telanjang itu
bentuk pengakuan. Seorang beriman adalah yang menyerahkan dirinya untuk ditawan
tanpa pernah memiliki praduga atau kecurigaan terhadap yang diberi penyerahan.
Tetapi
apakah iman saja cukup?
Manusia
itu hidup dan berhadapan dengan beragam nilai dalam hidupnya. Sudah pasti dan
dapat dipastikan bahwa nilai, budaya, maupun karakter yang akan ditemui tidak
selalu sama. Orang yang telanjang tidak mungkin langsung begitu saja
menceburkan diri dalam lautan nilai-nilai itu. Karena satu yang sudah menjadi
kesepakatan hampir di seluruh belahan dunia: Orang yang telanjang itu dianggap nggak
waras. Gila. Abnormal dan abstain dari nilai-nilai kesopanan yang ada di
masyarakat.
Begitupun
keimanan. Kalau ia tidak diberikan busana, maka ia tidak punya bekal. Tidak dapat
bergaul. Maka berikanlah ia pakaian. Namanya takwa. Takwa itu menjalankan yang
Tuhan kehendaki sekaligus menjauhi yang Dia tidak perkenankan. Busana takwa itu
akan menjadi pegangan dalam berlaku, bersikap, dan menilai baik-buruk sesuatunya.
Semakin bagus dan arif ketakwaannya, tentu semakin bagus pakaian yang membalut tubuhnya.
Tetapi
apakah iman dan takwa sudah cukup?
Manusia
itu cenderung bermegah-megah. Cenderung alpa saat sudah berada di atas.
Terkadang, kalau pakaiannya sudah parlente, jadi merasa lebih baik dari yang
pakaiannya masih kaos oblong. Yang bagus-bagus di dunia, belum tentu yang apik-apik
di hadapan Tuhan. Karena itu manusia perlu diingatkan. Perlu diberi aksesoris di
tubuhnya agar mereka ingat. Eling kalau kudu lebih banyak menahan diri. Aksesoris
itu namanya rasa malu.
Orang
beriman dan bertakwa harus punya malu agar bisa mengendalikan dan menahan diri dari
sikap berlebihan. Karena sebenarnya yang namanya ibadah itu: Shalat, puasa,
zakat, sedekah atau tersenyum itu urusan yang gampang sekali. Yang susah itu
merasa ibadahnya tidak lebih baik dari orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar