Senin, 25 Februari 2013

Hati, Otak, dan Akal



Setiap permasalahan akan membuat Hati seseorang lebih bijak, dewasa, bahkan terkadang lucu saja dalam menanggapinya. Tidak dapat dimusykilkan, bahwa semakin banyak deraan yang datang ke Hati kita, maka Otak pun – harusnya – diperas lebih kuat dalam mencari lubang jarum penyelesaian masalah itu.

Basicly, Hati kita adalah individu yang ibaratnya sebongkah batu. Keras. Susah dilumat dengan kepalan tangan kosong. Berdentam bila dibenturkan dengan hal yang sama kerasnya. Hati lah yang mengontrol kemauan Kita untuk melangkah, sementara Otak dan Akal adalah yang mengupayakan bagaimana ia harus menuruti kehendak Hati  itu.

Ketika Hati semakin keras menerima, maka Akal pun berdiam diri. Duduk manis menikmati suasana semakin hambar dan kaku. Namun begitu pula sebaliknya, ketika Hati lebih lunak, maka Akal akan merespon dan bangkit mencari jalan keluar.

Ya, ini ketika Hati  itu bertemu Hati-Hati  yang lain.

Hati saya tidak mungkin sama persis dengan Hati Kamu. Hati Kamu tidak mungkin 100 % kembar dengan keinginan Hati dia. Hati dia juga takkan sama dengan Hati mereka. Hati-Hati kita adalah jiwa yang bebas. Bebas berkompromi atau bebas berlaku sesuka Hati.

Ketika Hati saya tidak berkompromi dengan Hati kamu, bisa jadi ia akan membatu. Ketika Hati kita semakin keras membeku, kita takkan berbuat apa-apa untuk lolos dari lubang maut. Kita hanya akan menunggu maut itu memeluk kita pelan-pelan sembari mencengkeram leher kita.

Tapi bayangkan bila Hati kita mau sejenak saja berkompromi. Meluruhkan sejenak ego dan angkuh. Membuka jendela untuk angin yang pasti selalu berganti. Mungkin kelak kita akan tahu, bahwa masalah sebesar Gunung Everest akan menciut ketika kita mau menerimanya.

Iya, ... kemampuan untuk menerima itu kadang yang membuat Hati mengeras ...

Percayalah, semakin ikhlas Hati kita menerima apapun yang diberikan Tuhan, ia akan lebih kuat. Ia akan selalu berkomunikasi dengan Otak agar kita tak hanya diam termenung, tapi mencari arah angin yang terbaik meneruskan pelayaran ini ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar