lalu siulan angin yang seakan tahu kehendak hati itu berlari pelan
menggugurkan bunga bunga putih pohon chery ke atas lautan rambutmu.
ada mimpi yang entah untuk berapa ribu detik lagi harus kita terjemahkan,
sesuatu yang datang entah dari negeri mana sehingga kamus Oxford, Rusia, atau Jepang
yang tebal tebal itu tak kuasa mengejakan arti atau sekedar pemahaman sederhana atasnya.
pada suatu hari yang teduh di ujung november di bawah pohon chery di tepi jalan itu:sepasang anak kecil - laki dan perempuan - bertukar kata dari ujung jalan ke ujung yang lain
bagaimana mungkin si lelaki kecil yang sudah melaju jauh dengan kayuhan sepedanya itu
mendadak berhenti untuk sekedar menoleh dan mendengar kata si perempuan kecil?
lalu kita saling berpandangan, diam, dan tersenyum geli:
jikalau saja hatimu berlabuh jauh di jarak ribuan mil,
apa kamu akan sesaat saja meluangkan waktu untuk mendengar bahkan mendoakanku?
pada suatu hari yang teduh di ujung november di bawah pohon chery di tepi jalan itu:
sihir hujan membuat massa riuh kalang kabut di dapan sana
dalam sekejapan saja pohon chery kita sudah tak kuasa lagi memayungi
lalu di antara derai lembut itu aku melihatmu telah terbungkus kaca dengan manisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar