Dia bernama Kerinduan:
tiada berhelai nafas; namun Ia pinjamkan secuil kehidupan
kepada Awan untuk merajut benang Hujan,
tiada diresapi indrawi; namun Ia wujudkan suatu azali
seperti bongkah Emosi terkuak ke dalam Api.
Dia desir yang melayang di celah malammu
hantarkan paras anggun Sita, atau bengis Rahwana sekalipun
Dia bibir yang menggumam di tutup senjamu
lantunkan sebait nama terpuji atau doa terkutuk sekalipun
Dia bernama Kerinduan:
tiada berlinang dosa; walau terlahir dari pelumat dunia
Goliath serakah pengerat ikatan manusia
tiada berkalung bunga; walau terlahir dari pecinta surga
Ibu harmoni damai semesta penjuru dunia
(.......)
Dia hanyalah sepotong kecil angan-angan
tertanam di setiap ceruk terdalam perasaan
layaknya hampa penghuni kesepian
menunggu percikan tuk sulut kobaran bara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar